Dunia akan Penuh Makna jika Anggi Menulis untuk Kalian

Movies

When the Game is Over, the Adventure Begins

Tidak semua hal yang ‘buruk’ itu buruk. Itulah inti permasalahan dari film keluaran terbaru dari Disney, Wreck-It Ralph. Demi film ini saya rela untuk nonton sendiri di bioskop. For the first time ever nih nonton SENDIRIAN. Ahahaha.. Dan hasilnya pun tidak sia-sia, saya puassss dengan suguhan apik Disney kali ini. Untung pas hari Senin siang, jadi sepi. 😛

Berkisah di tempat bermain ding-dong milik Mr. Litwak, para tokoh yang ada pada video game akan memiliki kehidupannya sendiri saat malam tiba. Mereka bisa dengan bebas mengunjungi game-game lain. Ralph, tokoh antagonis dari game Fix-It Felix, Jr., merasa dikucilkan oleh para tokoh dalam game tersebut. Dia bosan menjadi orang jahat yang hanya bisa menghancurkan apartemen. Untuk bisa bergabung dengan teman-temannya, Ralph harus bisa memenangkan game untuk mendapatkan medali seperti yang sering Felix dapatkan. Karena tidak bisa mendapatkan medali di Fix-It Felix, Jr., dia pun pergi ke game Hero’s Duty dan melakukan perang di bawah pimpinan Sergeant Calhoun melawan Cy-Bug. Setelah berhasil mengambil medali, Ralph tidak sengaja menyenggol telur Cy-Bug. Dan akhirnya Cy-Bug itu menyerang Ralph dan mereka berdua sama-sama terbang dan nyasar dalam permainan balap Sugar Rush.

Ketidakhadiran Ralph dalam Fix-It Felix, Jr. membuat game itu tidak dapat dimainkan dan dianggap rusak. Jika ada game yang rusak dan benar-benar tidak dapat dimainkan lagi, penghuni dari game itu akan kehilangan tempat tinggal. Guna meredam kegalauan penghuni apartemen, Felix pergi mencari Ralph supaya Fix-It Felix, Jr. bisa dimainkan lagi. Bersama dengan Sergeant Calhoun yang hendak membasmi Cy-Bug, Felix pergi ke Sugar Rush.

Sementara itu Ralph bertemu dengan Vanellope, seorang gadis kecil yang ingin sekali bermain balap. Vanellope mencuri medali Ralph yang kemudian digunakan sebagai koin untuk syarat mengikuti balap. Kehadiran Vanellope di arena balap sangat tidak diinginkan oleh teman-temannya karena dia adalah glitch, suatu kesalahan dalam pemrograman. Jika Vanellope tetap bermain balap, dikhawatirkan game Sugar Rush akan dianggap rusak.

Nah pemirsa Silet, dapatkah Vanellope mengikuti perlombaan balap ini? Akankah Ralph mendapatkan medalinya kembali? Bagaimanakah nasib Cy-Bug yang konon katanya hanya bisa berkembang biak dan menyerang ketentraman dunia? Dan bagaimanakah kisah cinta yang terjalin antara Felix dan Sergeant Calhoun? *halaaaah malah spoiler (more…)

Advertisements

Welcome to the Tea Party

Alice in Wonderland (2010)

Alice in Wonderland (2010)

Wah gak sabar nih nungguin film Alice in Wonderland tayang. Kali ini yang bikin Tim Burton, masih produksi Walt Disney juga loh!! Pasti oke punya, soalnya dibikin dalam format 3D..

Di film ini, Mia Wasikowska akan berperan sebagai Alice, Johnny Depp memerankan Mad Hatter, Anne Hathaway memerankan White Queen, dan Helena Bonham Carter memerankan Red Queen. Beberapa wajah pemeran dalam film ini ada yang digabungkan dengan manipulasi digital. Namun ada juga yang dibiarkan seperti aslinya.

Bisa dikatakan film ini merupakan sequel dari Alice in Wonderland yang dibuat pada tahun 1951. Di Alice in Wonderland yang sekarang, Alice Kingsley telah berumur 19 tahun. Dia kembali ke Wonderland yang sebelumnya dia pernah ke sana 10 tahun yang lalu. Namun Alice tidak mengingatnya..

Salah satu film yang wajib ditonton di bulan Maret nih. Hehe.. Untuk review, tunggu aja kalo udah tayang. 😛

Almost Alice

Almost Alice

Soundtrack dari Alice in Wonderland kali ini juga gak kalah seru. Artis yang nyanyiin pastinya ketje lah ya.. Sebut aja Avril Lavigne, The All American Rejects, Metro Station, Kerli, Plain White T’s, 3OH!3 feat. Neon Hitch, dan masih banyak lagi..

Menurut Amazon, Almost Alice keluar di pasaran pada tanggal 2 Maret 2010. Namun sejak tulisan ini saya posting, saya sudah mendapatkannya dari Mediafire. Hehehe.. Mau link downloadnya? Jangan deh, pembajakan itu namanya.. 😛 *munafik banget*

Alice in Wonderland Score

Alice in Wonderland Score

Score yang disuguhkan dalam film Alice in Wonderland kali ini ditata oleh Danny Elfman yang memang sudah langganan menggarap film-film buatan Tim Burton, seperti: Batman, Mars Attacks!, Planet of the Apes, Big Fish, Charlie and the Chocolate Factory, dan Corpse Bride.


…and he’s not a terrorist

Baru pertama kali nonton pilem India nih di bioskop.. Ini karena nungguin Valentine’s Day yang gak kunjung tayang di Bandung. Berawal dari ngeliat trailernya, langsung tertarik gitu.. Tanpa pikir panjang, langsung aja ngerencanain nonton. Bioskop yang muter My Name is Khan di Bandung cuma di XXI Ciwalk. Berikut adalah ulasan, review, sinopsis, resensi, atau apalah tentang film ini..

My Name is Khan Poster

Rizvan Khan adalah seorang muslim yang berasal dari India. Dia merupakan penderita sindrom asperger, yaitu suatu bentuk autisme yang membuat si penderita sulit berkomunikasi dengan orang lain. Penyakit ini berbeda berbeda dengan keterbelakangan mental karena penderitanya memiliki kecerdasan yang tinggi. Rizvan diajarkan oleh ibunya bahwa di dunia ini terdapat dua hal, yaitu baik dan buruk.

Saat dewasa, Rizvan pindah ke Amerika dan tinggal bersama adiknya yang sudah lebih dulu tinggal San Fransisco. Rizvan bekerja memperkenalkan produk kecantikan herbal ke salon-salon di sana. Pada akhirnya dia bertemu Mandira, seorang janda beranak satu yang beragama Hindu. Mereka pun akhirnya menikah dan hidup bertiga di Banville. Mandira dan anaknya kemudian memakai nama Khan untuk nama keluarga mereka.

Kehidupan mereka berubah setelah kejadian 11 September. Umat muslim di Amerika mendapat perlakuan yang tidak adil, mereka dikucilkan, dimusuhi, bahkan sampai dibunuh sekalipun. Hal ini terjadi juga terjadi pada Sameer, anak Mandira. Sam terbunuh oleh teman-temannya sendiri. Mandira merasa menyesal telah menikahi sorang muslim dan memakai nama Khan. Mandira mengusir Rizvan dan memperbolehkan kembali setelah Rizvan bertemu presiden Amerika dan mengucapkan, “My name is Khan and I’m not a terrorist.”

Banyak kejadian yang dialami Rizvan dalam perjalanan lintas negara bagian guna bertemu presiden Bush. Mulai dari ditolong oleh Mama Jenny di Georgia. Di sana terdapat adegan penghormatan terhadap suami Mama Jenny yang meninggal saat perang dan sekaligus penghormatan bagi Sameer, pada saat itu mereka menyanyikan lagu We shall Overcome/Hum Honge Kaamyab. Kemudian Rizvan meneruskan perjalanan dan bertemu seorang muslim di masjid di Los Angeles yang memberikan doktrin jihad yang tidak benar. Dan pada akhirnya Rizvan saat berada di keramaian orang yang hendak bertemu presiden, dia disangka teroris dan kemudian ditawan karena berteriak “My name is Khan and I’m not a terrorist.”

Setelah melewati proses yang panjang dengan dibantu oleh mahasiswa yang menjadi reporter, Rizvan dinyatakan tidak bersalah. Selagi ingin meneruskan untuk bertemu presiden, dia melihat berita bahwa di Georgia terjadi banjir. Rizvan kembali ke sana untuk menolong Mama Jenny. Para korban banjir tidak mendapat bantuan dari pemerintah. Dan mereka semua mengungsi pada satu gereja yang masih dapat terselamatkan oleh amukan banjir. Usaha dia untuk menolong mendapat sorotan dari media dan membuat umat muslim di Amerika untuk memberi bantuan. Dalam hal ini tergambarkan bahwa umat muslim memiliki hati yang tulus untuk membantu walaupun mereka berbeda agama. Umat muslim di Amerika pun mulai percaya diri kembali dan bangga untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang muslim di depan publik. Terlihat adik ipar Rizvan yang merupakan seorang dosen sudah memakai jilbab lagi waktu mengajar.

Secara umum, film ini menceritakan tentang kisah cinta Rizvan terhadap Mandira, kehidupan Islam di Amerika, dan kehidupan seorang penderita sindrom asperger. Tidak seperti film Bollywood kebanyakan, My Name is Khan tidak menampilkan adegan lari-lari di pohon sambil berputar dan bernyanyi-nyanyi, namun lagu India tetap saja diperdengarkan walaupun hanya sebagai backsound. Ada sedihnya, ada lucunya, pokoknya sangat mempermainkan emosi penonton dah. Salah satu film yang wajib ditonton di bulan Februari ini. Apalagi pemerannya Shahrukh Khan dan Kajol, pasangan pemain film Bollywood yang telah sukses di film-film sebelumnya.. 😀

Oiya, di ending cerita, Rizvan tidak bertemu dengan Bush, namun dia bertemu dengan presiden Amerika yang baru, yaitu Obama. Obama mengatakan, “Your name is Khan and you are not a terrorist.”

Cast: Shahrukh Khan, Kajol
Distributed by Fox Searchlight Pictures


The Fast and the Furious

Ahahah.. akhirnya nonton juga pilem The Fast and The Furious 4. Kalo aku malah nganggepnya bukan pilem ke-4, tapi ke-2½ aja.. Emmm atau malah ke-1½ aja? Nah lho,, kog bisa coba? Soalnya ceritanya lebih nyambung ke yang dulu-dulu, bukan yang Tokyo Drift. Malahan Vin Diesel yang keluar di pilem ke-1 doank akhirnya balik lagi di sini.. Hayoooo……jadi judulnya yang bener mana nih…. *lagian gak lucu juga kaleee judul pilem sequel kog pake embel2 setengah*

Di pilem yang baru ini akhirnya si Brian O’Conner ga dikejar-kejar polisi lagi.. Yaiyalah dia udah jadi agen FBI gitu… Trus dapet kerjaan nguber orang yang namanya Braga gitu dehh… Hohhoho… Pemasok obat bius kalo gak salah….. Di sini akhirnya Paul Walker maen bareng Vin Diesel lagi.. Yeah…ada Han gitu… Ga mungkin kan kalo pilem ini kelanjutannya Tokyo Drift? Han kan udah mati di sana.. Trus pas di awal pilem, dia bilang mau ke Tokyo.. Heheheheh…..

Trus tujuanku nulis blog ini apa? Geje…….

Fast and Furious 4