Dunia akan Penuh Makna jika Anggi Menulis untuk Kalian

Just My Thoughts

Ganti Nomer

Kata orang, ganti nomer handphone itu gak semudah ganti pacar. Apalagi kalo nomer itu udah lama dipake dan udah banyak yang tau.

Karena suatu alasan tertentu, mau gak mau saya kudu nambah nomer pascabayar. Gak perlu dijelasin, intinya aturan si provider emang rempong. :))
Dan berhubung nomer yang baru lebih cantik, maka saya tergoda buat ganti nomer utama. Bener-bener tergoda. Saya harus merelakan nomer yang udah dipake selama bertahun-tahun itu. Woro-woro lewat chat/sms kalo saya ganti nomer pun terjadi. Buat yang mau kirim sms lebaran atau whatsapp bisa ke nomer yang baru.

Untuk sementara ini nomer yang lama masih dipelihara juga sih, setidaknya sampe kita mengetahui hasil pilpres 2014. Jadi tenang aja, presiden terpilih masih bisa nelpon ke nomer lama kalo mau nawarin kursi menteri. 😛 Namun cepat atau lambat bakal berhenti langganan nomer yang lama juga. Ngirit, gak perlu bayar dua tagihan.

Buat yang butuh nomer saya boleh mention ke @anggisipahutar. Ntar saya kirim lewat DM.


Erupsi Kelud: Pantang Pulang Sebelum Basah

Jadi begini ceritanya. Jogja kena dampak abu Kelud bisa dibilang parah. Beberapa orang bilang lebih parah daripada pas taun 2010. Entah benar atau tidak, soalnya saat erupsi Merapi saya ada di Bandung. Kalaupun memang benar ya bayangkan saja bagaimana kondisi Jogja karena Kelud ini. JADI JANGAN PADA PROTES KENAPA YANG DIBERITAIN DI TIPI MALAH JOGJA! Bersyukurlah kalo misal di tempat kalian gak kena dampaknya.

Nah walaupun jendela kamar saya gak dibuka, ternyata debu masih bisa masuk lewat ventilasi yang kayak saringan santen. Akhirnya saya tutup tuh pake kain dengan cara nancepin paku payung. Seprei, sajadah, dll juga diganti. Demi kesehatan.

Dan keesokan harinya datanglah pemadam kebakaran yang berniat untuk membasahi atap-atap rumah di sini karena hujan tak kunjung turun. Tragedi memilukan terjadi saat pemadam kebakaran tak hanya menyemprot genteng rumah, tapi juga jendela kamar saya. Kain penutup ventilasi pun sampai terlontar jauh dari tempat bersemayamnya. Kamar becek. Semua barang belepotan lumpur. Ambyar!

Pak, ini bukan kebakaran keleus. Jadi gak usah disiram di situ juga. 😐

Bener-bener bikin emosi. Kerjaan nambah. Akhirnya semua barang-barang saya pindahkan ke tempat yang lebih aman. Untung laptop gak bermasalah, tinggal dibersihin beres. Tapi buku-buku saya……… 😦

Ya mau gimana lagi. Mau menyalahkan mereka juga pecuma. Tetangga saya pun ikut membenarkan kalau pemadam kebakaran itu memang menyemprot bagian jendela. Dan sempat dilarang juga.

Oke..ini bisa jadi pelajaran. Apapun pekerjaan kita, sudah seharusnya bisa menempatkan pada posisi yang benar. Manusia diberi akal supaya bisa mikir. Bukan karena pekerjaan seseorang sebagai pemadam kebakaran, maka setiap ada celah juga harus disemprot dengan air. Lakukan tugas sesuai dengan yang semestinya. Lagipula pemadam kebakaran kemaren dibayar pake uang warga, bukan gratisan dari pemerintah.


Mama Minta Pulsa

Pengalaman ber-sms saya di tahun 2012 mulai berkurang!!
Njuk aku kudu piye? 😮

Pasti banyak juga yang merasakan ini. Dengan mulai menjamurnya smartphone, memang benar fungsi sms untuk ajang berkomunikasi sudah mulai digeser oleh generasi internet. Social media dan beberapa media chat dianggap lebih mudah dijangkau dan interaktif. Apa yang ada di layar komputer mirip kayak yang ada di layar handphone. Jujur aja, terkadang saya lebih cepat untuk mereply tweet daripada membalas sms dari seseorang. Hihi.. Mau ngobrol pun lebih asik pake Whatsapp. *maap eaaa saya bukan pengguna blekberih, jadi jangan tanya PIN*

Hal ini tentunya didukung oleh biaya internet yang bisa dibilang cukup bersaing. Gak kayak waktu saya SMA, pernah tuh ngalamin tarif Rp12/kb. Dan kenyataannya sekarang, banyak orang akan rela membeli paket internet atau BIS daripada pulsa biasa untuk smsan. Sms itu dilakukan seperlunya aja, biasanya dilakukan saat ingin menghubungi teman jika tidak bisa dijangkau lewat chat. Iya apa enggak?

Deskripsi di atas, that’s so me banget. Bodo amat kalo si operator ngasih promo pake pulsa sekian, dapet sejuta sms. Gak bakal kepake juga. Sambil terjun bebas kayak Felix Baumgarter pun saya gak akan teriak wow. Bagi saya, lebih asik kalo ada promo gratis paket data unlimited. Hahaha..

Tapi saya ya nggak begitu aja sih putus hubungan sama sms. Kalo sama orang tua tetep aja pake sms. Dulu sama dosen juga pake sms. Gak semua orang gentayangan di social media/chat juga kaleee. Masih banyak juga kok orang yang rela ngobrol pake sms.

Di handphone saya, ada sms masuk itu merupakan suatu keajaiban. Biasanya ada hal penting dan tidak penting yang menyertainya. Hal penting kalo pengirimnya orang yang kita kenal. Hal tidak penting kalo, yah, tau sendiri lah. Banyak fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Mulai dari sms iklan, penawaran hotel, mama minta pulsa, dan yang terakhir saya dapet adalah info nomer togel. Sedih juga kalo ngeliat inbox, lebih banyak sms iklannya.

Terakhir dari saya, mari kita tutup postingan ini dengan sama-sama berdoa. Berdoa supaya singkatan sms tetep menjadi milik short message service. Jangan sampai semua makan sonice menggantikannya! Amin..


Siapkah Indonesia dengan Uang Digital?

Uang digital atau e-money sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia. Tapi entah kenapa, pemakaiannya masih dilakukan oleh beberapa kalangan tertentu. Yang akan saya tulis di sini adalah e-money yang menggunakan RFID sebagai sarana identifikasinya. Uang kita akan tersimpan dalam kartu secara offline. Praktis sih, beda seperti kartu debit dan kartu kredit. Saat transaksi kita tidak perlu memasukkan PIN ataupun membubuhkan tanda tangan. Tinggal letakkan kartu pada mesin EDC, transaksi pun sudah dapat dilakukan. Kita tidak perlu mengeluarkan uang, menerima uang kembalian, dan transaksi dapat dilakukan dengan cepat. Penggunaan e-money jenis ini sangat beragam, bisa buat belanja, bayar tarif tol, bayar parkir, beli tiket bioskop, beli tiket kereta, dll. Dan enaknya lagi, terkadang ada promo tertentu jika kita bertransaksi dengan uang digital ini.

Namun, apakah Indonesia yang sekarang sudah siap memakai teknologi ini? Curcol aja nih ya, di Indonesia itu sebenarnya teknologi sudah ada. Tapi tidak semua tenaga manusia bisa mengoperasikan. Jadi ya, saya pernah (atau bahkan sering) menggunakan kartu yang saya punya untuk transaksi, tapi ternyata jeng jeng jeeeeeeng…….mbak dan mas di suatu merchant tersebut tidak bisa gimana cara memakainya. Padahal udah jelas-jelas ada banyak EDC di meja kasirnya. Tapi tidak semua tempat seperti itu juga sih, masalah yang sering muncul paling ya mbak-masnya masih melakukan transaksi itu dengan kurang cekatan. Transaksi cepat yang dijanjikan pun akan terasa lama. Pernah juga saya iseng bayar parkir pake kartu ini dan ternyata lebih lama daripada menyerahkan beberapa lembar uang ribuan. Kendaraan di belakang saya jadi antri lumayan agak lama. Trus itu salah gue? Salah bokap nyokap gue yang ngasih duit jajan?

Ada baiknya para kasir ditraining terlebih dahulu supaya tidak menyusahkan pelanggan. Di satu sisi penyedia jasa uang digital sudah gencar memasarkan produk, eh gak taunya pihak merchant malah yang belum siap untuk mengaplikasikannya. Entah itu kendala di pembayaran ataupun top-up. Yang pasti saya sudah pernah mengalami kendala semacam ini. 😀


I’m Getting Older

Hari ini merupakan hari yang telah membuat saya menjadi makin tua. Banyak hal yang perlu direnungkan dalam proses pertambahan umur ini. Evaluasi diri mengenai apa aja yang sudah saya lakukan selama ini. Apakah semua sudah mencapai target? Hahaha.. Pastinya kalo target yang tercapai ada lah. Namun ada juga yang masih missing dan masih dalam proses. 😛 Jadi teringat perkataan sahabat saya yang selalu bilang selamat mengingat usia..

Ulang tahun kali ini bertepatan dengan tanggal 10 Ramadhan 1432 H. Dan saya sedang berada di Bandung. Sendirian. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu berada di samping keluarga. Kecuali tahun lalu sih, ada di Bandung juga tapi nggak sendirian. 😛
Dan bisa dibilang tahun ini merupakan tahun terhambar yang pernah saya miliki. Nggak lebay sih, emang kenyataannya sedang bergulat dengan berbagai pergolakan batin.

Sepinya tahun ini saya sengaja untuk menjadikannya makin sepi. Niat baik orang-orang yang hendak mengucapkan selamat melalui Facebook sengaja saya tutup alias mendisable wallpost dari teman. Semua orang tau, Facebook masih menjadi media paling umum untuk mengucapkan ulang tahun. Saya berterimakasih kepada teman-teman yang hendak mengucapkan selamat dan memberi doa kepada saya namun gagal melakukan niat baiknya. Saya yakin pasti tidak sedikit yang kecewa. Hohoho pede amat… Walaupun demikian, ada juga yang tidak pantang menyerah untuk mencari media lain dalam menyampaikannya.

Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih atas semua ucapan yang sudah diberikan. Semoga doa-doa terbaik kalian didengar oleh Allah. Amin. Terimakasih juga untuk orang-orang spesial yang telah mengucapkan dalam bentuk yang spesial pula. You mean a lot to me.

Alhamdulillah saya masih bisa bernapas detik ini.. 🙂


Persamaan Tugas Akhir dengan Pacar

Skripsi atau tugas akhir atau istilah kerennya buat kuping saya disebut TA ternyata bisa dianalogikan sebagai pasangan hidup seseorang. Gimana ceritanya, mohon simak baik-baik tulisan saya ini.

Di saat seseorang tertarik dengan lawan jenisnya, maka dia akan menyatakan cinta kepada kecengannya. Sama aja dengan TA, kalo kita dengan suatu judul atau topik, kita dapat melakukan seminar TA. Yah, nembak itu bisa diterima atau ditolak. Begitu juga dengan hasil seminar, bisa lulus atau tidak lulus.

Kalau kecengan sudah menerima cinta, berlangsung lah proses pacaran itu. Dan dengan serius hubungan musti dijalin untuk sama-sama tau perasaan dan keinginan masing-masing. TA pun harus dikerjakan dengan serius, ini demi masa depan yang cerah. Ada kalanya juga hadir masa-masa untuk marahan, akhirnya TA pun terbengkalai.

Setelah dirasa hubungan perlu diteruskan ke jenjang yang lebih tinggi, dengan pertimbangan yang matang seseorang bisa melakukan pernikahan. Akad dapat dilangsungkan dengan menghadirkan rukun nikah berupa calon pengantin, wali dari pihak perempuan, dua orang saksi, dan ijab qabul. Jika dirasa sudah siap untuk menjalin hubungan lebih serius dengan TA, segeralah mendaftar sidang ke KUA admin jurusan. Dalam sidang nanti akan ada orang yang akan sidang, pembimbing, penguji, presentasi beserta demo hasil TA, dan penonton (optional). Mas kawin kudu sempurna, yaitu berupa buku TA. Setelah sidang lulus, status akan berubah menjadi sarjana.

Dengan dilangsungkannya akad nikah, maka hubungan suami istri sudah resmi. Mau diadakan resepsi sebenarnya terserah. Namun resepsi biasanya dilakukan untuk mewujudkan rasa syukur sekaligus memberitahu kepada masyarakat bahwa telah terbentuk keluarga baru. Sama halnya dengan wisuda, kegiatan ini dianggap sebagai suatu bentuk seremonial untuk mengungkapkan kelulusan mahasiswa.

Rasa cinta dalam kehidupan berumah tangga harus dipupuk supaya terbentuk keluarga yang harmonis. Suami dan istri sama-sama saling melengkapi dalam kehidupan berumah tangga. Nah di sini nih letak perbedaannya dengan TA. Siapa sih yang mau betah hidup dengan TA? Bercerai dengannya merupakan suatu bentuk kegembiraan yang tak ternilai rasanya… 😛


Kejadian Kurang Menyenangkan di Kasur

Live report dikit. Barusan saya merasakan suatu kecelakaan kecil di dalam kamar kost. Tempat tidur kayu saya patah dooooooong… Istilahnya ambrol, jadi kasurnya terperosok ke bawah. Gimana saya bisa tidur? 😦

Hmmmm berusaha tidak panik. Semua bisa diatasi, walaupun tidur di bawah sekalipun akan saya jalani. *halah*

Dan tiba-tiba saya teringat bahwa di bawah jok motor ternyata tersimpan segulung RAFIA!! Aha! Tiada paku, rafia pun jadi. Dengan gaya sok cool, saya menuju motor dan mengambil rafia itu. Bagian yang patah dari tempat tidur saya ikat sedemikian rupa, sehingga bisa kembali ke posisi semula.

Letih, lelah, cape, tapi berakhir sudah penderitaan di kala subuh ini.. 😛


10 Alasan Mengapa Kita Perlu Unfollow Seseorang

Postingan kali ini sebenarnya ide orisinil dari saya. Cuman sayang, keduluan @neeach yang sudah ngeposting di sini. Tanpa banyak kata sambutan, langsung saja saya jabarkan satu persatu mengenai alasan untuk unfollow seseorang.

1. Pengen aja
Nah ini merupakan alasan pertama yang tidak rasional. Tapi mau follow atau unfollow itu kan kebebasan setiap individu di muka bumi ini, jadi yaudah lakukan aja yang kita mau. 😛

2. RT abuser
Beberapa orang pasti kesel kalo ngeliat timeline isinya sampah. Obrolan nggak penting dengan orang tak dikenal jadi ikut hadir mewarnai kehidupan kita. Kalo kita jarang berhubungan dengan orang ini, ga ada salahnya untuk diunfollow. >:) *baca tulisan saya tentang retweet

3. Tukang pamer
Orang yang kayak gini pasti bikin esmosi juga. Tiap detik memarekan segala kelebihannya. Oh pelis deh, di atas langit masih ada langit. Orang yang ngerasa hebat ini masuk kategori orang yang pantas diunfollow, kecuali dia bagi-bagi ke kita tentang kelebihannya. 😛

4. Tukang ngeluh
Semua orang punya masalah sendiri. Tapi dengan membaca tweet si tukang ngeluh, masalah seseorang menjadi makin bertambah. Kalo mau tau ya, hidup saya tuh sebenernya udah susah, so please jangan dibikin susah lagi. 😀

5. Ababil
Ini bukan nama burung, tapi ini merupakan sebuah jelamaan dari manusia yang labilnya kebangetan. Hidup manusia pastinya berfluktiasi. Tapi nggak setiap menit juga jatuh bangun kayak lagu dangdut. Golongan seperti ini lebih menyeramkan ketimbang alay.

6. Artis sok eksis
Penting nggak celeb tweet di timeline kita? Bagi sebagian orang pasti merasa nggak penting. Buat apa kita memantau kehidupan artis? Emang mereka peduli sama kita? Nah, inilah waktu yang tepat untuk berhenti mengikuti mereka. Hasil survey yang saya lakukan secara bohongan mengatakan bahwa 80% public figure di Indonesia merupakan RT abuser.

7. Beda dunia
Punya temen, tapi udah beda dunia? Kalo ngomong nggak nyambung? Ngapain difollow? Yang ada kita akan semakin bingung saat membaca tulisan dia.

8. Musuh bebuyutan
Kurang kerjaan banget follow orang yang kita tidak sukai. Kalo pengen memata-matai ya tinggal buka aja timeline dia. Haha..

9. Mantan
Terbayang akan masa lalu yang indah namun sekarang berubah menjadi kelam? Gausah follow mantan!! Segala tweet yang dia kicaukan pasti akan menusuk hati, apalagi kalo dia pamer tentang kemesraannya dengan gandengan baru. Ouch, it hurts!

10. Musuh dalam selimut
Ini lebih parah busuknya dari musuh bebuyutan. Musuh dalam selimut dari interface aja ngaku jadi temen, padahal dari belakang menusuk dengan sembilu. Saat menemukan makhluk yang satu ini, unfollow saja pun tidak cukup. Langsung block manusia ini supaya tidak mengusik lagi.

Setelah dibaca ulang, sepertinya saya masuk hampir ke semua kategori. So, feel free to unfollow @anggisipahutar. 😛


Piring

Dulu saya punya piring satu. Terbuat dari beling. Pada suatu saat piring itu kesenggol sikut (en: elbow) saya. Dan akhirnya jatuh. Pecah..
Betapa sedih hati saya. Piring pecah, terus saya makan pake apa? Musti nyomotin beling di lantai pula. Ngerepotin aja… *mulai lebay*

Dan udah satu tahun lebih saya makan pake tupperware. Yang bentuknya bisa jadi piring, bisa jadi mangkok juga. Males beli piring sih. Dan sebenernya ada mangkok pecah belah juga, cuman males aja. Lebih praktis pake tupperware yang kayak gini. Hihihi…

Tapi pas kemaren saya ke Jogja, saya bawa tupperware itu buat tempat bekal di travel. Dan pas udah balik ke Bandung lagi ternyata tupperware itu ketinggalan di rumah..

Hari ketiga di Bandung. Belum punya piring. 😐